Senin, 07 Juli 2014

TUGAS MEMBUAT POWER POINT KLS XII IPS 1

PEMBAGIAN TUGAS MEMBUAT POWER POINT
MAPEL AQIDAH AKHLAK KELAS XII IPS 1
MAN DENANYAR JOMBANG
NAMA SISWA THEMA
AGUNG BAYU UTOMO PRINSIP-PRINSIP DAN METODE PENINGKATAN KUALITAS AKIDAH
AHMAD BURHANUDDIN a. prinsip-prinsip akidah
AHMAD MAULANA HERLIANTO b. metode-metode peningkatan kualitas akidah
  c. metode-metode peningkatan kualitas akidah dalam kehidupan  
AHMAD NURDIN TAUHIID
AHMAD SYAIFULLOH ALBANA a. pengertian tauhiid dan istilah-istilah lainnya
  b.  macam-macam tauhiid (uluuhiyah, rubuubiyah, mulkiyah, rahmaniyah dan lain-lain)
  c.  perilaku orang yang ber-tauhiid 
ALFAN HAMDANI RAHMAN SYIRIK DALAM ISLAM
ARIF ZAINAL MUTHOWIF a.  Pengertian syirik
  b.  Macam-macam syirik
  c.  Perilaku orang yang berbuat syirik
  d.  Dampak perbuatan syirik
CHANDRIKA GANGGA UTAMA MASALAH AKHLAK DAN METODE PENINGKATAN KUALITAS AKHLAK
DWI ADI SAPUTRO a.  pengertian akhlak
  b.  induk-induk akhlak terpuji (qona'ah, zuhud, sabar, tasammuh)
  c.  induk-induk akhlak tercela  (iri hati/dengki/hasud, takabbur, tamak)
  d.  macam-macam metode peningkatan kualitas akhlak
FAHMI TSALIS .A PERILAKU TERPUJI (KHUSNUDZAN DAN TAUBAT)
FRESYAN ADI SIGMA a.  Pengertian husnuzhan dan taubat
  b.  bentuk dan contoh-contoh perilaku husnuzh-zhan dan bertaubat
  c.  Nilai-nilai positif dari husnuzh-zhan dan bertaubat dalam fenomena      kehidupan
HABIBI DIO PRATAMA PERILAKU TERCELA (RIYA’, ANIAYA, DAN DESKRIMINASI)
M. HADI SAPUTRO a. Pengertian riya, aniaya dan diskriminasi
  b. Bentuk dan contoh-contoh perbuatan riya, aniaya dan diskriminasi
  c.  Nilai-nilai negatif akibat perbuatan riya, aniaya, dan diskriminasi
M. HUSNUL FAHMI ILMU KALAM
M. NAUFAL NUR HAKIM a.  Pengertian dan fungsi ilmu kalam
  b.  Hubungan ilmu kalam dengan ilmu lainnya.
MOCH. BURHANUDDIN ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM DAN TOKOH-TOKOHNYA.
MOCHAMMAD MISBAH a.  Aliran-aliran ilmu kalam, tokoh-tokoh dan pandangan-pandangannya (Khawarij, Murji`ah, Syi`ah, Jabariyah, Qadariyah, Asy’ariyah, Al-Maturidiyah, Mu`tazilah, dan lain-lain seperti teologi transformatif dan teologi pembebasan)
  b.  Perbedaan antara aliran ilmu kalam yang satu dengan lainnya.
  c.   Contoh-contoh perilaku orang yang beraliran tertentu dalam ilmu kalam.
MOCHAMMAD SALMAN ALFARISI PERILAKU TERPUJI (AKHLAK BERPAKAIAN, BERHIAS, PERJALANAN, BERTAMU DAN MENERIMA TAMU)
MOH. ALI RIZA PAHLEFI a.  Pengertian dan pentingnya akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu
  b.  Bentuk akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu
  c.  Nilai-nilai positif dari akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu dalam fenomena kehidupan
MUH. ASY'ARI RUBADI PERILAKU TERCELA (MABUK-MABUKAN, BERJUDI, ZINA, MENCURI, MENGKONSUMSI NARKOBA)
MUHAMMAD KHARIRI .F a.  Pengertian dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba)
  b.  Bentuk dan contoh-contoh dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba)
  c.   Nilai-nilai negatif akibat perbuatan dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba)
MUHAMMAD MUHYIDDIN KUKUH A. TASAWUF
NASIKHUDIN AMRI a.  Pengertian, asal usul, dan  istilah-istilah dalam tasawuf
  b.  Fungsi dan peranan tasawuf dalam kehidupan modern
  c.  Contoh-contoh perilaku bertasawuf
QOMARUDDIN PERILAKU TERPUJI (ADIL, RIDA, AMAL SALIH, PERSATUAN DAN KERUKUNAN)
RISQI DWI SANTOSO a. Pengertian dan pentingnya adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan
  b. Perilaku orang yang berbuat adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan
  c.  Nilai-nilai positif dari adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan dalam fenomena kehidupan
RIZKI ANDRIANTO PERILAKU TERPUJI DALAM PERGAULAN REMAJA
SYAIKHU DAHA'UL ULUM a. Pengertian dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
  b. Bentuk dan contoh-contoh perilaku akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
  c.  Nilai negatif akibat perilaku pergaulan remaja yang tidak sesuai dengan akhlak Islam dalam fenomena kehidupan
TUBAGUS ALIF ABDULLAH MENGHINDARI PERILAKU TERCELA (ISRAAF, TABDZIR DAN FITNAH)
WYLLYAN ICHSAN SHABBILLAH a. Pengertian israaf, tabdziir, dan fitnah
  b. Bentuk dan contoh-contoh perbuatan israaf, tabdziir, dan fitnah
  c. Nilai-nilai negatif akibat perbuatan israaf, tabdziir, dan fitnah

Jumat, 04 Juli 2014

PRINSIP-PRINSIP AQIDAH ISLAM


AQIDAH ISLAM

PENDAHULUAN
Gambaran umum
Modul ini adalah modul pertama yang Anda dapatkan pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di tingkat Aliyah, namun sebenarnya Anda telah mengenal sebelumnya terutama di tingkat MTs atau SMP pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pada modul awal ini secara umum diharapkan para siswa dapat memahami prinsip dan metode peningkatan Aqidah Islam.
Tujuan Pembelajaran                :
Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan mampu memahami pengertian, prinsip dan memahami metode peningkatan kwalitas Aqidah Islam.
Prasyarat:
Karena modul ini modul pertama yang diterima siswa, maka secara otomatis siswa langsung diperkenankan mempelajari modul ini.
Kaitan dengan modul lain        :
Modul ini merupakan pengembangan dari materi aqidah akhlak yang pernah diterima siswa, baik di tingkat MTs atau materi pendidikan agama Islam di SMP, kemudian modul ini merupakan awal pelajaran di tingkat MA, khususnya tentang aqidahnya.
Petunjuk Penggunaan Modul   :
1.    Guru menyampaikan pada siswa tentang urgensi materi pelajaran dan memberikan pancingan pertanyaan untuk mengeksplorasi pemahaman awal siswa tentang materi.
2.    Siswa mendiskusikan materi modul dalam kelompok dan mengajukan pertanyaan pada guru, jika ada hal yang perlu ditanyakan.
3.    Jika sudah dianggap memahami materi, siswa dipersilahkan mengerjakan LK (lembar kerja) yang telah disediakan dan kalau LK sudah dikerjakan dengan benar siswa dapat mengerkan LT (lembar tes) yang telah disediakan.

Standar Kompetensi
Memahami dan dapat memaknai prinsip-prinsip serta metode peningkatan kualitas aqidah

Kompetensi Dasar
-          Menjelaskan prinsip-prinsip aqidah
-          Menjelaskan dan menerapkan metode-metode peningkatan kualitas aqidah
-          Menerapkan prinsip-prinsip aqidah dalam kehidupan
-          Menerapkan metode peningkatan kualitas aqidah dalam kehidupan

Kegiatan Belajar
Sebagai seorang muslim tentu kita harus beraqidah Islam. Apakah aqidah Islam itu menurut pemahaman kalian? Apa sajakah cakupan aqidah Islam menurut al-Qur’an dan Hadits? Apakah prinsip-prinsip aqidah Islam? Serta bagaimana upaya kalian agar bisa meningkatkan aqidah Islam kalian? Bagaimana pendapat kalian ?
Jawablah beberapa pertanyaan di atas menurut kemampuan kalian dan jangan takut salah.

A.    Pengertian Aqidah Islam
Baiklah mari kita kaji bersama tentang Aqidah Islam, bahwa aqidah berasal dari kata عقد - يعقد - عقيدة artinya kepercayaan atau keyakinan. Sedangkan pengertian aqidah Islam menurut istilah adalah sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenarannya oleh hati manusia, sesuai dengan ajaran Islam dengan berpedoman kepada al-Quran dan Hadits.

Nah, setelah kalian memahami pengertian aqidah Islam, berikutnya memahami cakupan aqidah Islam.
Bahwa aqidah Islam yang bersumber dari alquran dan hadits cakupannya meliputi:
-       Kepercayaan akan adanya Allah swt dengan segala sifat-sifat-Nya, yakni sifat wajib, sifat mustahil dan sifat jaiz, serta wujudnya yang dapat dibuktikan dengan keteraturan dan keindahan alam semesta ini.
-       Kepercayaan tentang alam gaib; percaya akan adanya alam di balik alam nyata ini yang tidak bisa diamati oleh indra manusia. Demikian pula makhluq-makhluq yang ada di dalamnya seperti malaikat, jin dan ruh.
-       Kepercayaan kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul-Nya. Kitab-kitab tersebut diturunkan agar manusia dapat menjadikannya pedoman dalam mengarungi alam beserta segala problematikanya. Dengan menggunakan pedoman tersebut maka manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk, serta yang halal dan yang haram.
-       Kepercayaan kepada para rasul Allah yang diutus dan dipilih untuk memberi petunjuk dan bimbingan kepada manuisa agar melakukan hal hal yang baik dan benar.
-       Kepercayaan kepada hari akhir serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat itu, seperti hari kebangkitan (Ba’ats), adanya pahala dan dosa, surga dan neraka.
-       Kepercayaan kepada qadha dan qadar Allah tentang segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini.

B.  Prinsip Aqidah Islam
Setelah kalian memahami pengertian dan ruang lingkup aqidah Islam, perlu kalian pahami tentang prinsip-prinsip aqidah Islam, yaitu :
1.    Aqidah Islam sebagai sesuatu yang diwahyukan Allah
Aqidah Islam itu bersumber dari wahyu Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW, untuk diajarkan kepada ummatnya dan terpelihara kemurniaannya sampai hari akhir zaman.
Aqidah Islam bukanlah hasil rekayasa perasaan atau pemikiran Nabi Muhammad SAW sendiri, akan tetapi merupakan ajaran langsung dari Allah SWT sebagaimana yang disebutkan di dalam al-Quran, surat al-Najm ayat 3-4:
$tBur ß,ÏÜZtƒ Ç`tã #uqolù;$# ÇÌÈ   ÷bÎ) uqèd žwÎ) ÖÓórur 4ÓyrqムÇÍÈ
”Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. Al-Najm:3-4)

Dalam ayat tersebut Allah menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad adalah benar-benar wahyu adanya, bukan sebuah rekayasa atau buatan Nabi sendiri.

2.    Aqidah Islam pada dasarnya tidak berbeda dengan aqidah yang diajarkan oleh para Nabi terdahulu
Nabi dan Rasul bertugas menyampaikan ajaran-ajaran Allah, oleh karena sumber ajaran yang dibawakan oleh para nabi dan rasul itu adalah satu, yaitu berasal dari Allah, maka isi ajaran yang diajarkan sejak nabi Adam hingga Nabi Muhammad adalah sama, yaitu Islam. Sehingga di antara mereka tidak ada perbedaan dalam mengajarkan aqidah kepada ummatnya.
Allah berfirman dalam surat al-Syura, ayat 13:
tíuŽŸ° Nä3s9 z`ÏiB ÈûïÏe$!$# $tB 4Óœ»ur ¾ÏmÎ/ %[nqçR üÏ%©!$#ur !$uZøŠym÷rr& y7øs9Î) $tBur $uZøŠ¢¹ur ÿ¾ÏmÎ/ tLìÏdºtö/Î) 4ÓyqãBur #Ó|¤ŠÏãur ( ÷br& (#qãKŠÏ%r& tûïÏe$!$# Ÿwur (#qè%§xÿtGs? ÏmŠÏù 4 uŽã9x. n?tã tûüÏ.ÎŽô³ßJø9$# $tB öNèdqããôs? ÏmøŠs9Î) 4 ª!$# ûÓÉ<tFøgs Ïmøs9Î) `tB âä!$t±o üÏökuur Ïmøs9Î) `tB Ü=Ï^ムÇÊÌÈ
Dia Telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang Telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. .... (QS. As-Syura:13)

Agama yang dimaksud di sini adalah mengesakan Allah, beriman kepada-Nya. Jadi jelas bahwa aqidah Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah sama seperti yang diajarkan oleh para nabi dan rasul terdahulu.
Perbedaan ajaran para nabi dan rasul terdahulu itu hanya terletak pada syari’at-syari’atnya yang berupa amalan-amalan. Perbedaan syari’at itu terjadi karena perbedaan situasi, cara berfikir, kondisi sosial yang ada, dan sesuai dengan cara pandang msyarakat pada masanya.

3.    Aqidah Islam melurusan aqidah-aqidah yang diselewengkan
Aqidah Islam yang dibawa dan diajarkan Nabi Muhammad bukan aqidah yang baru atau merombak aqidah yang diajarkan para nabi dan rasul terdahulu. Melainkan hanya meluruskan aqidah yang dibawa mereka setelah diselewengkan oleh umatnya terdahulu.
Aqidah yang diselewengkan misalnya, adalah penyelewengan yang dilakukan oleh orang-orang yahudi terhadap nabi Sulaiman putra Dawud, mereka menuduh nabi Sulaiman menghimpun kitab yang mengandung sihir dan disimpannya di bawah tahtanya, kemudian dikeluarkan dan disiarkan. Dalam usaha mengacaukan ajaran Islam (aqidah Islam), orang-orang yahudi berusaha menyebarkan sihir yang mereka anggap berasal dari bani Sulaiman. Padahal sebenarnya nabi Sulaiman tidak mengajarkan atau mempraktikkan sihir. Beliau jelas mengetahui dan memahami bahwa perbuatan sihir adalah termasuk pengingkaran terhadap Allah Azza wa Jalla. Sebab sihir sebenarnya adalah tipuan dan muslihat yang hanya dilakukan oleh setan.
Dalam hal ini Allah berfirman :
(#qãèt7¨?$#ur $tB (#qè=÷Gs? ßûüÏÜ»u¤±9$# 4n?tã Å7ù=ãB z`»yJøn=ß ( $tBur txÿŸ2 ß`»yJøn=ß £`Å3»s9ur šúüÏÜ»u¤±9$# (#rãxÿx. tbqßJÏk=yèム}¨$¨Y9$# tósÅb¡9$# !$tBur tAÌRé& n?tã Èû÷üx6n=yJø9$# Ÿ@Î/$t6Î/ |Nr㍻yd šVr㍻tBur 4 $tBur Èb$yJÏk=yèムô`ÏB >tnr& 4Ó®Lym Iwqà)tƒ $yJ¯RÎ) ß`øtwU ×poY÷GÏù Ÿxsù öàÿõ3s? ( …. ÇÊÉËÈ  
102. dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir….". (Qs. Al-Baqoroh : 102)

Contoh lain dari penyelewengan aqidah adalah penyimpangan orang-orang yahudi dan nasrani dalam memahami Isa al-Masih. Islam menjelaskan bahwa nabi Isa adalah putra Maryam yang diangkat oleh Allah menjadi rasul-Nya. Isa adalah anak suci dan bukan anak zina seperti yang dituduhkan oleh orang-orang Yahudi. Beliau juga manusia biasa yang memiliki kelebihan, dan kemudian diangkat oleh Allah menjadi rasul-Nya. Beliau juga bukan Tuhan seperti yang dituduhkan orang Nasrani kepadanya.
Orang yahudi mengingkari keberadaan nabi Isa. Mereka menuduh Maryam melakukan zina dengan seorang yang bernama Yusuf al-Najjar, sehingga melahirkan Isa. Mereka menuduh Isa adalah anak zina.

Selain itu orang yahudi dan nasrani melakukan kesalahan, karena mengakui telah membunuh dan melakukan penyaliban terhadap Isa putra Maryam, padahal mereka sebetulnya tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Akan tetapi yang mereka bunuh dan disalib adalah orang yang diserupakan Isa bernama Yudas Iskariot bekas muridnya.

Jelaslah bahwa Islam datang untuk meluruskan penyelewengan-penyelewengan aqidah yang dilakukan oleh ummat terdahulu. Islam memberikan informasi dan pengukuhan bahwa aqidah Islam adalah aqidah atau keyakinan yang benar dan lurus serta wajib untuk dianut dan dipertahankan oleh seluruh ummat manusia.

C. Metode Peningkatan Kwalitas Aqidah
Dalam memahami aqidah, kalian harus mengacu kepada al-Quran dan hadits Rasulullah SAW, serta ijma’ para ulama dalam memahaminya. Ada beberapa kaidah penting dalam memahami hal ini, di antaranya:
  1. Apabila terjadi perselisihan dalam memahami dalil-dalil yang ada, maka pemahaman para ulama terdahulu mulai dari sahabat, tabi’in, dan orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka, harus dijadikan hujjah untuk memahami maksud dari dalil-dalil itu.
  2. Para ulama terdahulu (Salaf al-Shalih) telah mendasari metode mereka dalam memahami aqidah dengan bimbingan langsung dari Rasulullah SAW melalui wahyu al-Quran dan Hadits beliau.
  3. Aqidah adalah hal taufiqiyyah yang dilarang mengotak-atiknya tanpa ada bimbingan wahyu Allah SWT karena aqidah adalah hal yang gaib yang akal pikiran manusia tidak akan sanggup untuk menjangkaunya.
  4. Siapa saja yang menetapkan dan memahami permasalahan aqidah tanpa berlandaskan dengan dalil-dalil syar’i, maka dia telah berdusta atas nama Allah serta berkata tanpa dasar ilmu
  5. Aqidah dibangun di atas dasar ikhlas kepada Allah dan ittiba’ (mengikuti) petunjuk Rasulullah SAW.
  6. Para sahabat, imam-imam tabi’in dan yang mengikuti mereka serta ulama salaf al-shalih semuanya berada di atas bimbingan dan petunjuk Rasulullah SAW. Atsar-atsar mereka merupakan bimbingan dan jalan yang lurus.
Demikian beberapa kaidah penting dalam memahami aqidah sebagai upaya peningkatan kwalitas aqidah yang benar-benar bersumber pada al-Qur’an dan al-Hadits.

Rangkuman
1. Aqidah Islam adalah sesuatu yang dipercayai dan diyakini kebenarannya oleh hati manusia, sesuai ajaran Islam dengan berpedoman kepada al-Quran dan hadits. Aqidah Islam meliputi:
ü  percaya adanya Allah dan segala sifat-sifat-Nya
ü  percaya adanya malaikat-malaikat Allah
ü  percaya kepada Kitab-kitab Allah
ü  percaya kepada nabi dan rasul Allah
ü  percaya keapda hari akhir dan sesuatu yang terjadi pada saat itu
ü  percaya kepada qadha’ dan qadar.
2. Ruang lingkup aqidah Islam meliputi penanaman, pemahaman, dan keyakinan terhadap aqidah Islam agar tetap terpelihara pada setiap diri orang muslim
3. Dalil naqli tentang pemeliharaan keyakinan atau aqidah Islam yang artinya;
ö@è% ¨bÎ) ÎAŸx|¹ Å5Ý¡èSur y$uøtxCur ÎA$yJtBur ¬! Éb>u tûüÏHs>»yèø9$# ÇÊÏËÈ  
Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-An’am: 162)
4 Aqidah Islam bukanlah hasil rekayasa perasaan atau pikiran Nabi Muhammad SAW sendiri, melainkan merupakan ajaran langsung dari Allah SWT
5. Landasan aqidah Islam, dan tidaklah yang diucapkan itu menurut keinginannya. Akan tetapi, tidak lain adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya. (QS. Al-Najm:3-4)
6. Isi ajaran aqidah dari Nabi Adam sampai dengan Nabi Muhammad adalah sama yang bersumber dari Allah, yaitu Islam
7. Aqidah Islam meluruskan aqidah-aqidah yang telah diselewengkan oleh ummat-ummat terdahulu terutama oleh ummat Yahudi dan Nashrani. Mereka menuduh Maryam melakukan zina dengan seorang yang bernama Yusuf al-Najjar sehingga melahirkan Isa putra Maryam.


Lembar Kerja
1.    Tugas Kelompok untuk didiskusikan
a.       mengapa kadar keimanan seseorang itu dapat bertambah dan berkurang? Bagaimana upaya yang harus dilakukan agar kadar keimanan kita terus berkembang?
b.      Mengapa seseorang bisa melakukan kejahatan, padahal sebelumnya dia melakukan shalat?
2.    Jawablah pertanyaan berikut ini dengan jelas!
  1. jelaskan pengertian aqidah
  2. jelaskan ruang lingkup aqidah
  3. jelaskan prinsip-prinsip aqidah lengkap dengan dalil yang mendasarinya
  4. jelaskan aqidah-aqidah dalam memahami aqidah yang dilakukan oleh para sahabat
  5. tuliskan dalil naqli tentang kehadiran Rasulullah di muka bumi ini sebagai penyempurna akhlaq
6.      sebutkan fungsi aqidah dalam kehidupan sehari-hari

Lembar Tes
Pilihlan salah satu jawaban diantara a, b, c, d atau e yang dianggap paling benar!

1.  Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenarannya oleh hati nurani manusia dinamakan ....
a. ilmu kalam                                    d. Islam
b. aqidah                                          e. Tauhid
c. akhlaq

2.    Isi ajaran aqidah Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW bersumber dari ......
a. al-Quran                                       d. Ijma’ dan qiyas
b. al-Hadits                                      e. al-Quran dan Hadits
c. al-Kitab

3.    Prinsip dasar aqidah yang diajarkan oleh Rasulullah adalah .....
a. Meningkatkan aqidah sebelumnya      d. Meluruskan aqidah sebelumnya
b. Melengkapi aqidah sebelumnya          e. Menandingi aqidah sebelumnya
c. Menyempurnakan aqidah sebelumnya

4.      Aqidah Islam mengajarkan kepercayaan adanya Allah dengan segala sifat-sifat-Nya, kecuali sifat .....
a. Wajib                                          c. Wajib/mustahil
b. Sunnah                                       d. Jaiz
c. Mustahil
5.      Perhatikan hal-hal berikut ini!
  1. sesuatu yang diwahyukan oleh Allah SWT
  2. kepercayaan kepada alam qhaib
  3. ajaranya tidak berbeda dengan ajaran nabi dan rasul sebelumnya
  4. kepercayaan kepada kitab-kitab Allah
  5. kepercayaan kepada hari akhir
  6. meluruskan aqidah yang diselewengkan
Tiga hal yang termasuk prinsip ajaran aqidah Islam adalah
a. 1, 2 dan 3                                                d. 2, 4 dan 5
b. 1, 3 dan 6                                               e. 1, 2 dan 6
c. 2, 4 dan 6

6.      Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah, disebut ......
a. Ilahiyyah                                                 d. Sam’iyyah
b. Nubuwwah                                             e. Ruhaniyyah
c. Tarbiyah

7.      Ajaran yang diserukan oleh Nabi Muhammad tidak berbeda dengan ajaran nabi atau rasul sebelumnya, yang berbeda terletak pada .....
a. Cara berpikir                               d. Ummatnya
b. Nabi/Rasulnya                            e. Syari’atnya
c. Situasi dan kondisi

8.      Usaha orang Yahudi untuk mengacaukan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Sulaiman dibantah Allah swt. Hal ini tercantum dalam al-Quran surat al-Baqarah, ayat 102, bahwa yang mengajarkan ilmu sihir kepada manusia adalah ....
a. Nabi Sulaiman                                        d. Marut
b. Harut                                                      e. Malaikat
c. Setan

9.      Alam ghaib seperti surga, neraka, malaikat, dan ruh dibahas dalam .....
a. Ilahiyyah                                                 d. Sam’iyyah
b. Nubuwwah                                             e. Ruhaniyyah
c. Bashariyyah

10.  Fungsi aqidah dalam berakhlaq tercermin dari pernyataan berikut yaitu .....
a. Iman itu adalah perkataan dan perbuatan
b. Iman itu dapat bertambah atau berkurang
c. Manusia yang beriman hendaknya meniru sifat-sifat Allah
d. Manusia diperintah hanya menyembah Allah dan ikhlas menaati-Nya
e. Manusia memang makhluk yang lemah